Area kolam renang adalah kondisi paling berat untuk kayu: terkena air, kaporit, panas matahari, dan lalu-lalang tamu setiap hari. Karena itu, pemilihan jenis kayu untuk pool deck tidak bisa hanya berdasarkan warna atau harga. Berikut hal-hal yang umumnya dipertimbangkan owner, developer, dan arsitek untuk proyek hotel, resort, dan villa.

Apa yang harus dimiliki kayu pool deck

Karakter jenis kayu yang umum dipakai

Ulin (kayu besi). Dikenal sangat keras dan tahan air, sehingga lama dipakai untuk konstruksi di area basah. Konsekuensinya: pengerjaan lebih sulit dan ketersediaan serta harganya perlu dicek sejak awal proyek.

Bengkirai. Keras dan tahan cuaca, sering menjadi pilihan decking outdoor. Pastikan kayu sudah dikeringkan dengan benar agar risiko retak rambut berkurang.

Merbau. Warna gelap dan tampilan mewah, banyak dipakai untuk lantai dan deck. Kayu ini bisa mengeluarkan zat warna (tanin) saat baru terpasang dan terkena air, jadi perlu dipertimbangkan jika berdekatan dengan lantai batu berwarna terang.

Jati. Stabil dan mengandung minyak alami sehingga cukup tahan lembap. Tampilannya hangat, tetapi untuk area yang selalu basah tetap perlu finishing dan perawatan rutin.

Hal lain yang sama pentingnya

Kesimpulan

Tidak ada satu jenis kayu yang paling benar untuk semua proyek. Pilihan terbaik bergantung pada konsep desain, anggaran, area (tepi kolam atau lounge), dan kesiapan perawatan. Cara paling aman adalah membahasnya bersama kontraktor sebelum gambar kerja dikunci.

Sedang merencanakan pool deck atau decking resort? Lihat layanan lantai, decking, dan railing kami, lalu kirim gambar kerja dan BoQ untuk didiskusikan.

Konsultasi Proyek via WhatsApp